Komitmen Personal Branding: Kenali Diri Anda, Bangun Citra Anda

Komitmen Personal Branding – Sebelum memasuki bahasan yang lebih dalam, saya akan berikan gambaran terlebih dahulu mengenai figur yang sudah menerapkan pola ini di kehidupan sehari-harinya.

Saya akan mulai dari studi kasus berikut ini:

Saya memiliki seorang teman yang unik pada saat kuliah. Dia mahasiswi yang pintar yang selalu terlihat calm di mana pun dan kapan pun dia berada. Caranya berbicara menenangkan, gaya berpakaiannya juga rapi dengan pilihan warna yang soft menjadi keunikannya. Setiap pagi sebelum kelas dimulai, teman-teman mahasiswa lainnya selalu mendapat sapaan lembut dari wanita itu.

Singkat cerita, dia mendapatkan kesempatan menjadi guru Taman Kanak-Kanak saat sedang makan siang dengan seorang dosen dan rekannya, yang notabene adalah Kepala Sekolah sebuah Taman Kanak-Kanak ternama di Surabaya. Saat ini, dia sukses sebagai salah satu staf pengajar sekolah TK ternama di Surabaya.

Kisah di atas merupakan salah satu contoh sederhana dari perwujudan personal branding. Dimulai dari mana? Kenali diri Anda, bangun citra Anda.

komitmen personal branding

Personal Branding: 24 hour job
Anda pasti sering mendengar istilah
personal branding, tetapi belum tentu sudah menerapkannya untuk diri sendiri. Colin Wright dalam bukunya berjudul Personal Branding mengungkapkan:

Personal branding is not something that you can invest an hour or two in and then never have to think about again. It’s a 24/7, full-time job that takes a lot of attention, tenacity, and cajones to do right.

Personal branding tidak hanya dilakukan pada saat-saat tertentu saja. Personal branding harus dilakukan di seluruh aspek kehidupan; ketika meeting dengan klien, bertemu rekan kerja atau teman gereja, berkumpul di komunitas atau bahkan ketika Anda pergi ke sebuah restoran mewah sekalipun.

Mengapa itu penting?

Personal branding is the means by which people remember you. – Cynthia Johnson (Top Personal Branding Experts 2017)

Bagaimana orang akan selalu mengingat Anda, apabila dalam kesehariannya tidak ada hal unik dan khas yang dibangun dengan konsisten?

Seperti studi kasus yang tadi saya sampaikan di awal. Teman kuliah saya membangun citra dirinya sebagai wanita calm dalam kesehariannya, bahkan ketika sedang makan siang. Hal tersebut membawanya menjadi guru TK di sekolah ternama di Surabaya dan menjalankan pekerjaan yang sesuai dengan personal branding-nya. Kunci penting personal branding adalah kenali diri Anda, bangun citra Anda.

Mengapa Anda perlu melakukan personal branding?

Melakukan personal branding berarti Anda sedang membangun reputasi positif yang bisa membantu meningkatkan word-of-mouth advertising bagi Anda atau perusahaan Anda.

Sebagai contoh adalah Leonard Kim. Dia merupakan seorang pengangguran di tahun 2010, tetapi kemudian di tahun 2016 dia dikenal sebagi Top Digital and Youth Marketer karena membuat konten-konten yang menginspirasi banyak orang di bidang marketing hingga daily life. Hal ini membuatnya menjadi perhatian banyak media, mulai Fox News, Fortune, Forbes dan Entrepreneur. Dia juga merupakan partner InfluenceTree, dan sampai saat ini dia telah membagikan rahasia kesuksesan personal branding-nya pada banyak orang.

Siapa Anda?
Mari diam sejenak, lihat bayangan diri di cermin dan tanyakan hal ini pada diri Anda: “Who am I?”

Dalam personal branding, hal pertama yang harus diketahui adalah siapa diri Anda sepenuhnya. Berikut ini saya berikan panduan untuk memudahkan Anda mengenali diri sendiri:

(1) Buatlah daftar yang terdiri dari 2 kolom.
(2) Kolom sebelah kiri berisi karakter, skill atau hal apa saja yang menurut Anda sudah diketahui orang lain dari diri Anda. Kolom sisi ini merupakan daftar hal-hal yang ada pada diri Anda saat ini.
(3) Kolom sebelah kanan berisi karakter, skill atau hal apa saja yang ke depannya Anda berharap dapat diketahui/dikenali orang-orang. Kolom ini merupakan faith Anda ke depannya. Mungkin saat ini Anda belum handal di skill tertentu, tetapi Anda berharap nantinya bisa dikenal sebagai orang yang handal di skill tersebut.
(4) Isilah maksimal 10 poin untuk masing-masing kolom.

Personal branding bukan berbicara soal “topeng” yang Anda pakai, lebih dari sekedar ingin tampil baik ataupun menarik. Esensi personal branding sebenarnya adalah possess your strength and show them to public. Anda bisa menentukan tujuan yang kemudian menjadi landasan Anda melakukan personal branding.

Sebagai contoh, Anda adalah seorang fotografer fashion. Anda ingin mendapatkan klien asing, tentu diam saja menunggu klien datang bukan upaya yang tepat untuk dilakukan. Menampilkan diri sebagai orang yang handal dalam fotografi fashion merupakan salah satu usaha untuk membuktikan skill yang Anda miliki, sehingga orang-orang bisa mempercayakan project mereka di tangan Anda.

Bagaimana caranya?
Seperti yang sudah diungkapkan di atas; kenali diri Anda, bangun citra Anda. Ketika Anda memahami bahwa Anda handal di bidang fashion photography, maka tampilkan semua hal yang membuat orang percaya dengan skill Anda. Mulai dari menunjukkan portfolio di media sosial, artikel teknik fotografi di blog, hingga mendatangi beberapa event fotografer yang dapat menambah relasi Anda.

 

4 Langkah Memulai Komitmen Personal Branding

Berdasarkan ulasan Forbes tentang personal branding, terdapat 4 step dasar yang bisa dilakukan, yaitu:

Discover
Temukan kekuatan serta karakter Anda, and possess them. Proses menemukan di sini berarti Anda harus membuka mata dan hati untuk melihat jauh ke depan; citra seperti apa yang ingin Anda capai di masa depan. Perlu diingat, tujuan Anda harus jelas di awal. Tanyakan pada diri Anda: Mengapa Anda perlu melakukan personal branding? Apa tujuan yang ingin dicapai?

Integrate
Bangun citra Anda di media online dan offline. Audience tidak bisa hanya percaya pada online presence saja, mereka juga perlu melihat bagaimana kehidupan nyata Anda. Mulai dari grooming, cara berbicara, dan lain sebagainya—semuanya harus in line.

Create Content
Tingkatkan pengetahuan Anda terus-menerus, perkuat kekuatan Anda. Untuk apa? To grow your influence in your niche. Buatlah konten yang mengedukasi, menginspirasi, dan berpengaruh terhadap kepercayaan audience akan kekuatan Anda.

Engage
Gunakan kekuatan media sosial untuk mengatur reputasi Anda. Cobalah untuk engage dengan audience di setiap conversation (tulisan saya selanjutnya akan menjelaskan lebih lengkap tentang ini).

 

Mulai Personal Branding Anda sekarang!

Personal branding bukan ‘topeng’. Personal branding is about your reputation, style, attitude, and skills in the same way. Be you, be authentic to yourself. Let people know who you are—biarkan orang melihat reputasi yang Anda kehendaki untuk dilihat. Start now! Remember, personal branding is a 24 hour job. Anda butuh komitmen di dalamnya. Kenali diri Anda, bangun citra Anda!

 

 

by Dini Theresia
Personal Branding Consultant

Keep up with the trends

Stay current with the latest digital marketing news and updates!